Taufickcilacap's Blog

PUISI ROMANTIS | Januari 17, 2009

TAK BERDAYA

Rintik
begitu halus menyapa atap rumahku
seperti Adeline yg terus meniup harpa
lembut
syahdu
pada malam dingin di taman tulip yg bercahaya

Gumpalan salju pada pucuk pinus
sperti bunga kapas yg tengah mekar
dan kupu biru yg bekejaran
tak mampu beri jawab atas tanya angin pada ujung dedaunan

Untuk apa punya tangan jika tak bisa memeluk
untuk apa bernapas
kalau tak bisa rasakan hembusan menggelora dari bibir rekah yg simpan gelombang..?

Cilacap, 01 Nopember 2007 2:21:27

KAU TERLALU MEMUJANYA
(Untuk Abdulloh)

Kau terlalu memujanya
hingga lupa
bahwa pada smpurna cantik wajahnya
pasti ada garis hitam keriput ketuaan yg tersisa

Kau masih terlena
sampai pangling dan salah menerka
hingga lupa bedakan angka dengan aksara
dan puisi mesti mewujud kata

Kau, terlena dan lupa…

Cilacap, 1 September 2007 9:50:04

SISA PUISI

Kutemukan kau di puncak Sindoro-Sumbing
lambaikan lentik jari dg ketulusan kerinduan
pada rute senja keberangkatan.

Kelopak matamu sayu
bibir mungil terkatup gagu
usai gersang kerontang hinggap di tubuh molekmu

Oh, mengenang halusmu
seperti eja Monalisa pada kanvas keabadian.

Dengar bening swaramu
jadi keindahan tak terbantahkan

Oh.. aku terkesiap
kabut dingin ramah menyapaku di Kledung
dan senyum Tamzil-Bambang Sadono
setya melintang di ujung hijau daun tembakau
puncak Sindoro-Sumbing menganga
merah tembaga
piaskan smburat senja

Sjenak
hiruk pikuk politik terlupa
tinggal pesonamu tersisa.

Kledung, 15 September 2007 10:38:11

AKU MASIH TEGAK
(Lailatul Qodar 1427 H)

Rembulan tigaperempat
tersenyum indah
menatap sisa senja yg rapat mendekap ku dalam damai

Kabut malam enggan bergayut
sperti utas tali yg menjerat sepiku
dan wajah tulusmu kian berbinar
tiap saksikan bening telaga merapal makna

Aku masih tegak seperti karang
menanti badai pasang
memecah sunyi.
Cilacap, 24 September 2007 7:44:29

OHOI..

Ohoi..
Ombak begitu bersahabat
sgala sampah bersih bening
pasir berdenting alunkan irama
usai terik memanggang bulir seharian.

Ohoi..
Anak2 pantai mencipta puisi
jadi penghibur penyu2 yg gelisah digerus waktu..

Ohoi..
Perahu menari
anak camar mencicit
debur gelombang lembut mendayu
jadi alunan takbir, tahmid, dan untaian tadarus panjang
pada purnama duapertiga.
25 September 2007 12:40:35

PANGLING
(Sajak untuk Abdulloh dan Amir Yulianto)

Mungkin engkau pangling menerka waktu
atau hari tlah mengusik sepiku
hingga pada bayang diripun aku lupa..

Kalau engkau masih mengenalku
Pasti
sjengkahpun tiada yg bergeser
pd bahasa hati yg tlah erat melekat
pd pondasi jiwa yg tertanam.

Adakah waktu membuatku lupa
atau membuatmu pangling menerka..

Cilacap, 25 September 2007 08:54:28

BIAR KUGADAIKAN SETYA

Pada keheningan pekat, aku meratapi rindu yg beku mengkrista, lmenjadi nikmat derita yg tetap kurejam dg sempurna.

Pada ketulusan asmara
biar kugadaikan setya.
Cilacap, 16 Oktober 2007 11:15:10

TAK PERNAH ORGASME

Ingin kubaluri skujur tubuhmu
dengan cinta dan puisi
sampai smua bulu halus yg meremang di tubuh molekmu
lepas melayang
sperti debu yg disapu angin

Ingin ku sapa lembut kulitmu
dengan ujung lidah yg membara
seraya kurapalkan sejuta mantra
pada lipatan telinga
bidang punggung
dan jenjang ujung tumitmu yg menggetarkan hari.

Oh..
Aku terkapar gagu
tenggelam dalam danau yg tercipta dari kucuran keringatmu
usai pergulatan panjang dini hari…
Cilacap, 01 Nopember 2007 2:15:14

RAYU AKU SAMPAI PAGI

Engkau yg terlelap dalam damai
ijinkan aku belah malammu
susuri sisa mimpi yg kau miliki
agar makin dalam kebersamaan
agar kian nyatu sukma kita.

Engkau yg terlena dalam jaga
buai aku dengan desah panasmu
sperti malam2 lampau
saat kau belah lubuk hatiku
sambil pertaruhkan hari yg tlah pasti

Begitu smpurna kau melenakanku
hingga pada namakupun aku terlupa
apalagi dua malaikat suci yg dampingi hidupku
nyaris tak sempat aku mewiridnya

Engkau
yang hadir mengoyak malam
mengusir mimpi indah
tuk hadirkan halusinasi
rayulah aku sampai pagi
agar tak ada lagi sesal panjang yg menggores mimpi.

Cilacap, 9 Nopember 2007 12:44:05

PUISI TANPA KATA

Engkau boleh saja tidak percaya
Tapi mesti kukatakan bahwa sluruh pori2 tubuhku membuka
basah berkeringat
usai lalui malam bersamamu
saat desahmu mencumbu hasrat tanpa batas
pada perjumpaan dini hari yg panas mengesankan

Aku tak pernah mampu lari dari kenyataan
bahwa tiap hangat swaramu mngulum jantungku
sgala darah menggumpal
mengalir pada puncak urat malu
hingga padat hasrat yg menyatu
begitu smpurna
tampakkan ekspresi kejantanan yg menggila..

Oh.. Aku terlempar
terhempas pada alam sadar tanpa batas..

Pergulatan demi pergulatan
tlah menyeretku pd puisi kelam tanpa kata..
Tanpa makna..

Semarang, 10 Nopember 2007 02 :16 :29

SUKA TIDAK SUKA

Suka ataupun tidak
engkau tetap peri
yg memecah kebekuanku dengan puisi.

Engkau tetap mentari
yg beri hangat hariku
dengan sinar sejuk damai tertunda.

Aku memujamu
aku mencintamu
sperti desah nafas pagi di ruang rindu
sperti kepak camar pada jeda gerimis
sperti ranting pohon atas daun2 kering

Cilacap, 12 Nopember 2007

NAGREG– MALANGBONG
(mengenang Drs. Budi Sulistiawan, MM)

Nagreg-Malangbong
slalu saja tawarkan pesona abadi prjalanan
sperti alur kehidupan, tanpa titik, meliuk, menanjak, lalui bukit terjal dan jurang curam

Garis marka
jadi alur titian
agar selamat nuju tujuan

Panas menyengat
aspal meleleh
dan antrian panjang besar kecil kendaraan
ingatkanku pd perjumpaan panjang Padang Mahsyar
begitu abadi

Di sini
kulihat tanganmu melambai
senyummu terurai
matamu sayu teduh memandangku
pancarkan puncak damai
pada perjumpaan suci dengan-Nya

Aku merindumu
berdendang
menari
dan sesekali baca puisi
hangatkan malam beku sepi

Candamu
Ceriamu
jadi ayat yang purnakan tadarrus panjang
terpatri dalam bingkai kenangan seorang sahabat
Selamat jalan, kawan
doaku slalu
menyertai.
Nagreg, 15 Nopember 2007 04:03:35

USAI MIMPI BASAH

Aku masih mabuk
usai mencecap merah jambu labia mayoramu
yg segar berkeringat
pada perjumpaan panjang kemarin malam

Aku masih terkapar
pejamkan mata sayu
dan lidah kelu hampir patah
usai lumuri sekujur tubuhmu
dengan hangat basah ujung lidahku
dan pendakian melelahkan
pada puncak Sindoro-Sumbing
yg kokoh tegak menatap langit
jadi wedar yg terpatri pd alam sadarku

Aku nyaris trsesat
dalam kubangan lingga sucimu
yg terus bergolak
sperti kawah Bromo pada puncak Kasadha

Ayo
Lalui terus smua etape
dengan penuh rasa
penuh tenaga
agar indah syahdu puncaknya
mampu kita gapai bersama..

Jakarta, 16 Nopember 2007 08:32:30

ROTASI KEKUASAAN

Tiap desir angin menyapu tepian
menjelma aroma nyinyir darah
merobek kesadaran
akan makna sangkan paraning dumadi
tiada
ada
menuju tiada

Tiap helai benang terurai
berlembar kain tercipta
berjuta puisi menyimpan kata
bertumpuk hati mengurai cinta
berlapis dendam lahirkan asmara
berurai tangis pendam rindu membara..

Engkau tetap ku puja
sperti rahib yg merindu pahala
sperti sejoli yg dimabuk asmara.

Cilacap, 19 Nopember 2007 11:42:11

MAAF

Aku takut
pada ranting yg patah dan terinjak
kalau rempahnya merusak pucuk daun yg hijau

Jikapun aku mesti sujud bersimpuh
pasti kan ku lakukan
asal ada sebait maafmu
tuh hapus sejuta sesalku..

Jika engkau berkenan
izinkan aku mendengar swaramu
walau lewat mimpi kelam
agar pinta maafku engkau dengar
dan esok atau lusa
mataku terpejam dengan sempurna
sampai akhir masa

Lalu
lupakanlah aku

biarkan
esok hari
namaku tinggal pusara.
21 Nopember 2007 5:58:07

DOA KEMATIAN
(TUK Jaka Cahyana)

Tuhan..
Ampuni dosanya
Curahkan kasih-Mu untuknya
Maafkan sgala silaf-khilaf yg diperbuat
Terima dengan sempurna ruh sucinya
Muliakan kehadirnya
Lapangkan jalan masuk dunia barunya
Tempatkan di Syurga yg Engkau janjikan

Jangan engkau halangi kami
tuk saksikan pancaran pahala yg ia miliki
Jauhkan fitnah sepeninggal dirinya

Datang ia dari-Mu
kembali sgala pada-Mu.

Tiada
Ada
Menuju tiada
Menanti ada
Menuju kekal
Abadi.
Cilacap, 24 Nopember 2007 06:37:59

PUNCAK CEMAS
(untuk Badruddin Emce)

Emce..
Ternyata kita begitu dekat pusara
Hidup
Mati
sperti tanpa ruang
tanpa sekat
nyatu dalam hembus-tarik napas kita.

Emce
aku di puncak cemas
karna tiap helai rambut
tiap detil pori tubuh
pasti jadi penyaksi,atas keras hati tak kunjung mngerti
atas tambah hari tak kian rajin mengabdi.

24 Nopember 2007 09-07-08

KETULUSAN TAK MUNGKIN TERBELI
(Untuk Dra. Hj. Siti Fatimah dan H. Probo Yulastoro)

Membayangkan kelembutanmu
jadi siksa panjang hari2ku
noreh luka menganga
pada padang gersang panjang hatiku

Jangan kau tertawai rinduku
karna cinta tak pandang usia
karna rindu tak kenal masa
dan ketulusan hati tak mungkin terbeli.

Cilacap, 25 Nopember 2007 2:22:07

CLIMATE CHANGE

Biarkan rintik menyapa daun kering
agar belukar tak jadi lautan bara
dan sejuk damai hutan
jadi pelipur hati
temani mimpi indah anak kita

Jangan ada lagi gelisah hati
cukuplah pucuk2 jati basah
jadi katarsis sukma
atas jiwa2 yg retak
oleh kenangan masa lalu.

Lestari alamku
kekal abadi cintaku.

Cilacap, 25 Nopember 2007 7:10:26

AKU KAN KEMBALI

Engkau
bidadari suci yg mesti aku jaga
dg cara apapun..

Engkau
dewi kesuburan yg jamin keseimbangan hidup
dengan cinta dan kasih sayang..

Engkau
hidup matiku..
Jangan pernah ragukan kesetyaanku..

Biar, biarkan aku kepakkan sayap
tuk mencari terang gelap malam..

Yakinlah
mesti aku kan kembali
ke haribaanmu
tuk rajut mimpi indah bersama..

Jangan baluri harimu dengan air mata
Karna ku takut hanyut tenggelam
oleh derai air matamu..

Cilacap, 25 Nopember 2007 7:19:02

TUNGGU AKU DI TERMINALMU

Aku masih di sisimu
temani sepi malam yg kuras segenap rasa
bersama ombak, angin, dan pasir tepian.

Laut masih biru
pantulkan kerlip redup gemintang
sperti punggung hiu yg menyapa permukaan
karna palung begitu gelap
pekat
sperti jantungku
yg nyaris tak brdetak
didera rindu menghentak

Tunggu, tunggulah hadirku
usai nyeri batin ini sirna
dan pasti kan kunikmati
tiap detil sudut swaramu
yg mencabik separuh mimpiku.

Tunggu aku di terminalmu..

26 Nopember 2007 05:05;20

Iklan

Ditulis dalam SENI BUDAYA, Uncategorized

1 Komentar »

  1. Romantis sekali ya… gile.. jadi iri kita yang muda-muda ini…
    Ustadz kok bisa mantis juga..
    lengkap banget deh.. Politisi, Bisnisment, Budayawan, Ustadz… jadi ngiri kita-kita nih..

    Komentar oleh Bung Nashyr — Februari 14, 2009 @ 6:50 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

About author

be my self

Cari

Navigasi

Kategori:

Links:

Archives:

Feed

%d blogger menyukai ini: